Hari ini tersedia di toko buku seri Homo Sacer. Edisi lengkap ini mencakup sembilan volume karya anda selama dua puluhan tahun. Bisakah di sini anda menunjukkan bagian mana yang menyatukan keseluruhan seri? Bagaimana kumpulan karya ini, yang pokok bahasannya sangatlah berbeda, membentuk satu karya utuh?
Ketika saya menulis sembilan buku ini, saya tahu bahwa masing-masing adalah bagian dari satu penelitian. Ini seperti sebuah ubin dalam arkeologi politik Barat yang programnya sudah saya tengarai pada akhir volume pertama, tetapi kemudian saya sempurnakan tahap demi tahap seiring dengan penelitian lanjutan. Tidak berarti ini adalah suatu karya yang lengkap dan tuntas sekali untuk selamanya. Setiap karya filosofis (barangkali setiap karya) selalu merupakan suatu fragmen. Ia selalu belum tuntas atau jauh dari selesai. Dalam suatu penyelidikan genealogis seperti yang dikerjakan di sini, yang bisa jadi terus berlanjut tanpa henti, ketuntasan (atau tampak tuntas) tergantung dari faktor-faktor arsitektural dan gaya serta batasan-batasan musikal. Seperti Benjamin utarakan, tingkatan terakhir dalam komposisi suatu karya bukanlah pada tingkatan konseptual, tetapi lebih kepada tatanan musikal. Hanya dalam arti ini saya bisa melihat ketuntasan dari suatu karya.
Di sampul belakang tertulis bahwa dalam edisi ini dimunculkan kembali judul-judul asli dari proyek asalinya dan dimasukkan tambahan-tambahan – seperti catatan panjang tentang konsep perang – serta koreksi-koreksi dari pengarang.
Sebagaimana sudah pernah dikatakan, ini merupakan suatu edisi yang «definitif, dengan beberapa tambahan dan koreksi». Empat belas halaman uraian tentang perang, yang di dalamnya saya tampaknya telah membuka kedok perangkat Schmitt yang berciri kawan-lawan, adalah suatu tambahan penting pada buku tentang perang sipil. Hal yang sama berlaku juga pada halaman yang ditambahkan pada akhir dari L’uso dei corpi (penggunaan tubuh). Dalam edisi ini, layak untuk disinggung juga pekerjaan penting yang dilakukan bukan oleh saya, melainkan oleh editor (dalam sosok Diego Laniro) berkaitan dengan bibliografia, yang telah menyatukan dan memverifikasi hampir 1.400 judul karya yang dikutip dalam penelitian ini. Dalam arti ini, edisi italia yang lengkap ini lebih unggul dari edisi Inggris dan Prancis, yang baru-baru ini terbir. Edisi ini harusnya menjadi model dari setiap edisi ulang di masa depan, bahkan untuk masing-masing volume.
Apakah pekerjaan historis dan filologis, yang menjadi dasar dari proyek Homo Sacer, memiliki makna filosofis yang murni. Bisakah anda menjelaskannya di sini? Apa maksud dari arkeologi?
Saya meyakini bahwa dalam karya saya tidak perlu dibedakan antara analisis filosofis dan analisis arkeologis. Suatu telaah filosofis yang tidak memiliki sebentuk arkeologi beresiko menjadi omong-omong belaka. Apabila salah satu tugas dari pemikiran adalah membuat kita memahami masa kini, tugas itu hanya dapat terlaksana, sebagaimana Foucault anjurkan, dengan mengejar bayang-bayang pertanyaan yang diajukan masa kini tentang masa lalu. Arkeologi dalam arti ini adalah satu-satunya jalan untuk mengakses masa kini dan saya selalu menyingkapi serius candaan Flaiano: «Saya hanya membuat proyek untuk masa lalu». Keseluruhan Homo Sacer tidak lain merupakan proyek tak kenal usai bagi masa lalu Barat: Suatu nubuat yang ditujukan kepada masa lalu, seperti yang telah dipaparkan dari setiap penelitian sejarah yang benar.
Diterjemahkan dari Rubrica di Giorgio Agamben, «Tre domande a Giorgio Agamben sull’edizione integrale di Homo Sacer», 25 Oktober 2018, https://www.quodlibet.it/giorgio-agamben-tre-domande-su-homo-sacer-edizione-integrale